Pages

Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naskah Drama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2018

Analisis Drama "Bila Malam Bertambah Malam" Karya Putu Wijaya




Analisis Drama Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya
Tema  :Perjuangan Cinta
Alur   :Alur Maju
·         Ditandai dengan tahap perkenalan nama-nama tokoh di dalam drama.
·         Konflik dimulai saat Gusti Biang duduk di ruang depan dan tiba-tiba Nyoman datang mengagetkan, sehingga membuat Gusti Biang muak dan marah kepadanya.
·         Terjadi komplikasi saat Nyoman berusaha memaksa Gusti Biang untuk meminum obat dan Gusti Biang merasa kalau Nyoman hendak meracuninya dengan obat tersebut agar Gusti Biang meninggal.
·         Klimaks semakin memuncak ketika Gusti Biang melontarkan kata-kata kasar kepada Nyoman dan menuduhnya pembunuh. Selain itu, Gusti Biang juga menuruh Nyoman untuk membayar dan mengembalikan semua yang pernah diberikannya kepada Nyoman saat Nyoman masih disuh menjadi anak dan tinggal di rumahnya.
·         Nyoman mulai memutuskan untuk pergi  dari rumah Gusti Biang. Dia pergi tanpa membawa suatu barang pun dari kediaman Gusti Biang.
·         Gusti Biang mulai menyadari kesalahannya terhadap Nyoman ketika Ngurah, tang dan menyadarkan Gusti Biang akan perilakunya yang sudah kelewat batas. Selain itu, Ngurah juga memutuskan untuk mempersunting Nyoman.
Penokohan dan Perwatakan
Tokoh
Watak
Nyoman
Penyabar, rendah hati.
Ditandai dari sikap Nyoman yang selalu menerima segala ejekan Gusti Agung dengan sabar dan dia pun tidak berniat ingin membalasnya, justru memilih untuk diam.
Wayan
Setia, Patuh pada perintah atasan (Gusti Biang).
Apapun yang diperintah oleh Gusti Biang, Wayan selalu menuruti, mungkin karena cintanya kepada Gusti Biang yang tak pernah luntur sekalipun sudah lanjut usia.
Gusti Biang
Pemarah, pendendam.
Ditandai dengan sikapnya yang selalu marah-marah terhadap semua yang dilakukan oleh Nyoman, sehingga seolah-olah Nyoman selalu salah di depannya. Selain itu, Gusti Biang juga mengusir Nyoman danmenyuruhnya untuk mengembalikan segala sesuatu yang telah diberikan kepadanya.
Ratu Ngurah
Pelerai, penyabar.
Diasaat konflik memuncak antara Gusti Biang,Wayan, dan Nyoman, Ratu Ngurah datang sebagai penengah dan sebagai tokoh inspiratif akan perdamaian mereka bertiga.
Setting
·         Setting tempat :
@        Di kediaman Gusti Biang, dilihat dari petunjuk teknis babak pertama yang bertuliskan, “MALAM DI TEMPAT KEDIAMAN GUSTI BIANG.”
@        Di depan rumah Gusti Biang, ditandai dari petunjuk teknis babak II dan babak IV yang bertuliskan, “DEPAN RUMAH MALAM.”
·         Setting waktu  :
@        Pada malam hari, ditandai dengan petunjuk teknis pada babak pertama yang bertuliskan, “MALAM DI TEMPAT KEDIAMAN GUSTI BIANG. SEBUAH BALE YANG DISEMPURNAKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL.”
·         Setting Ruang:
@        Di ruang tamu, kediaman Gusti Biang, dilihat dari petunjuk teknis babak pertama, adegan II yaitu “DI RUANG DEPAN ADA KURSI GOYANG DAN KURSI TAMU.”
@        Tempat tidur Gusti Biang, ditandai di petunjuk teknis babak III,  “TEMPAT TIDUR GUSTI BIANG.”
Dialog (Percakapan)
Ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh di dalam drama adalah bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis. Hali ini disebabkan karena drama adalah potret kenyataan dan drama adalah kenyataan yang diangkat di atas pentas. Dialog yang digunakan dalam drama ini masih menggunakan bahasa daerah, sekalipun hanya sedikit, tetapi sudah memperjelas kalau drama tersebut berasal dari daerah Bali. Nama-nama tokoh yang ada dalam naskah ini mengunakan nama-nama daerah yang menjadi ciri khasdari daerah Bali

Amanat
Jangan menilai orang dari segi luarnya saja. Menutupi kesalahan diri sendiri itu lebih buruk daripada menuuh dan mencari-cari kesalah orangg lain.

Petunjuk Teknis
Merupakan penjelasan mengenai tokoh, waktu, suasana, pentas, suara, musik, keluarnya-masuknya aktor, keras-lemahnya dialog, setting, dan sebagainya. Petunjuk teknis yang terdapat dalam naskan drama “Bila Malam Bertambah Malam” cukup singkat, tetapi mampu mewakili suasana di dalam cerita drama tersebut. Hal ini dikarenakan untuk mempermudah pembaca memahami setiap pergantian adegan, ekspresi tokoh, dan sebagainya. Petunjuk teknis di awal naskah mengantarkan pembaca pada latar kejadian peristiwa serta tokoh-tokoh mulai digambarkan dan dimunculkan. Meskipun prolog dan epilog dalam naskah drama tidak dijabarkan dengan runtun, tetapi mampu memberikan simpulan cerita secara jelas di terhadap pembaca.

Minggu, 30 September 2018

Contoh Naskah Drama "Bileng"

BILENG 
oleh Alfina Iftihani


Tokoh dan penokohan
1. Doyok (Muka pas-pasan, Orang kampung, Masih suka berdialeg dengan
logat daerahnya, Ramah,, Baik, Deramawan, Konsentrasinya tinggi)

2. Torang (Muka lumayan ganteng, Orang Batak, Keras, Penolong)
3. Raisa (Gadis cantik, Orang Sunda, Suka menolong, Baik hati, Dermawan)
4. Ratih (Gadis manis, Orang Keraton, Pelit, tapi Suka menolong, Selalu
memakai adat keraton saat beraktivitas sepeti makan dan bertamu)
5. Dinggo (Cowok tampan, Orang Jakarta, Kaya raya, Suka pamer tapi

demawan, Sukanya bohongin teman, Jail)

Latar :
Di kampus daerah Semarang

Minggu, 30 November 2014

Ulasan Naskah Drama "Mangir"



Judul                           : Mangir
Pengarang                   : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit                      : KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia ) Palmerah Selatan 21 Jakarta 10270
ISBN                           : 979-9023-40-8

Buku naskah drama Mangir ini merupakan naskah drama yang mengangkat persoalan mengenai masalah dari sebuah kerajaan. Inti dari cerita Mangir ini adalah sebuah peperangan. Tokoh – tokoh dalam cerita Mangir ini adalah sebagai berikut :
Ø  Wanabaya (Ki Ageng Mangir) 23 tahun
Ø  Pembayun (putri Adisaroh) 16 tahun
Ø  Suriwang 50 tahun
Ø  Kimong 30 tahun
Ø  Tumenggung Mandaraka 92 tahun
Ø  Ki Ageng Pamanahan 90 tahun
Ø  Pangeran Purbaya 20 tahun
Ø  Tumenggung Jagaraga 35 tahun
Ø  Panembahan Senapati 45 tahun dan
Ø  Demang Pajang 42 tahun.

Minggu, 23 November 2014

Sinopsis Naskah Drama "Matahari di Sebuah Jalan Kecil" Karya Arifin C. Noer

Matahari di Sebuah Jalan Kecil

Indonesia pada masa-masa mencekik, keadaan ekonomi yang tidak stabil, banyak harga bahan pangan yang melejit tinggi karena terus mengalami kenaikan. Akibat kejadian ini, banyak masyarakat Indonesia yang hidup susah penuh dengan ketidaksejateraan sehingga menimbulkan tindak kejahatan di salah satu bagian kehidupan. Rakyat miskin semakin miskin dan rakyat menengah ke atas dibuat tak berdaya. Pencurian dan penipuan tidak dapat dihindarkan lagi. Masyarakat sudah mengabaikan hak milik orang lain, apa yang diinginkan dapat dimiliki walaupun itu bukan miliknya. Mencuri dan menipu sudah menjadi jalan terakhir bagi mereka yang merasa kepepet karena tidak punya pilihan lain. Kecacatan dalam kehidupan masyarakat ini seolah tidak dapat dicegah. Para pencuri dan penipu memiliki trik dan cara cerdas dalam melakukan aksinya.

Sinopsis Naskah Drama "Godlob" Karya Danarto

Godlob



Suatu hari, di tengah – tengah sisa peperangan. Terlihat seorang lelaki tua yang sedang memapah anaknya yang terluka parah ke sebuah gerobak sambil mengibas – ibaskan pakaiannya untuk mengusir burung – burung gagak yang mengelilingi mereka. Ketika itu, lelaki tua sedang berbincang bahkan berdebat dengan anaknya mengenai gelar pahlawan dan kehidupan. Menurut lelaki tua itu, pahlawan adalah seseorang yang gugur di medan perang, dan mendapat gelar sebagai pahlawan adalah hal yang membanggakan dalam suatu kehidupan. Lelaki tua itu, bersikeras meyakinkan anaknya bahwa gelar pahlawan sangat penting ketika terjadi peperangan.