Pages

Tampilkan postingan dengan label Teks Ulasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teks Ulasan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

Ulasan Naskah Drama "Mangir"



Judul                           : Mangir
Pengarang                   : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit                      : KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia ) Palmerah Selatan 21 Jakarta 10270
ISBN                           : 979-9023-40-8

Buku naskah drama Mangir ini merupakan naskah drama yang mengangkat persoalan mengenai masalah dari sebuah kerajaan. Inti dari cerita Mangir ini adalah sebuah peperangan. Tokoh – tokoh dalam cerita Mangir ini adalah sebagai berikut :
Ø  Wanabaya (Ki Ageng Mangir) 23 tahun
Ø  Pembayun (putri Adisaroh) 16 tahun
Ø  Suriwang 50 tahun
Ø  Kimong 30 tahun
Ø  Tumenggung Mandaraka 92 tahun
Ø  Ki Ageng Pamanahan 90 tahun
Ø  Pangeran Purbaya 20 tahun
Ø  Tumenggung Jagaraga 35 tahun
Ø  Panembahan Senapati 45 tahun dan
Ø  Demang Pajang 42 tahun.

Ulasan Kumpulan Puisi "Aku ini binatang Jalang"



Judul                           : Aku Ini Binatang jalang
Pengarang                   : Chairil Anwar
Penerbit                      : PT. Gramedia Pustaka Utama, Kompas Gramedia Building Blok I, Lt. 5 Jl. Palmerah Barat 29 – 37, Jakarta 10270
ISBN                           : 978-979-22-7277-2

           
Buku kumpulan puisi berjudul “Aku ini Binatang Jalang” yang dikarang oleh Chairil Anwar ini merupakan kumpulan puisi sejak tahun 1942 sampai tahun 1949 dengan 80 puisi beserta 2 puisi saduran . Pada tahun 1942, Chairil Anwar memulai dengan puisinya yang berjudul “Nisan” dan yang terakhir pada tahun 1949, Chairil Anwar mengakhiri buku kumpulan puisinya dengan puisi yang berjudul “Aku Berada Kembali.” Namun adapula catatan kecil dari editor yang terdapat pada halaman ix, di halaman tersebut editor  mengulas tentang berbagai karya Chairil Anwar yang memiliki banyak versi. Puisi – puisi yang memiliki banyak versi tersebut antara lain dalam puisi berjudul “Aku” dan “Sajak Putih.”

Ulasan Kumpulan Puisi "Hujan Bulan Juni"



Judul                           : Hujan Bulan Juni
Pengarang                   : Sapardi Djoko Damono
Penerbit                       : PT. Gramedia Pustaka Utama, anggota IKAPI, Jakarta, Juni 2013
ISBN                           : 978-979-22-9706-5

                Buku kumpulan puisi berjudul “Hujan Bulan Juni” karangan Sapardi Djoko Damono ini merupakan puisi – puisi sejak tahun 1959 sampai pada tahun 1994. Buku kumpulan puisi ini terdiri dari 120 halaman dengan 102 puisi dengan berbaagai macam pesan di dalamnya.
            Biasanya dalam puisi Sapardi Djoko Damono yang ada dalam kumpulan puisinya berjudul Hujan Bulan Juni ini, cenderung didominasi oleh puisi yang sering menyebutkan tentang hujan, jenazah, malam, pemakaman dan waktu. Dan yang paling mendominasi adalah puisi yang menyebutkan kata hujan. Dalam buku kumpulan puisi Sapardi ini. Hujan dapat memiliki beberapa peran. Bukan hujan yang berperan sebagai tetesan air dari langit yang jatuh ke permukaan bumi. Namun hujan yang dapat berperan seperti suatu keadaan di kehidupan manusia yang kelam atau malah suatu keadaan di kehidupan manusia yang indah.

Ulasan Kumpulan Cerpen "Masih Cuma Bisa di Republik Mimpi"



Judul                           : Masih Cuma Bisa di Republik Mimpi
Pengarang                   : Boim Lebon
Penerbit                       : PT. Lingkar Pena Kreativa Depok, Januari 2008
ISBN                           : 979-3651-95-8

            Kumpulan cerpen karangan Boim Lebon ini merupakan kumpulan cerpen humor yang bernuansa islam. Dalam buku kumpulan cerpen ini, terdiri atas 10 cerpen. Judul dari kesepuluh cerpen tersebut adalah “Masih Cuma Bisa di Republik Mimpi”, “Surat dari pondok buat The Color Rock Back”, “Tapak Tilas Pejoeang Lemas”, “Cowok itu Datang Lagi”, “Buat Senang kok Coba – coba”, “Susahnya Punya Nama Anggun”, “Antara Bolos, Acin dan Tukang Cimol”, “Foto Seksi”, “Empat Kado dari Empat Cewek”, dan “Teman Tapi Musuh”

Ulasan Kumpulan Cerpen "Simphoni di Batas Senja"



Judul                           : Simphoni di Batas Senja
Pengarang                   : Gilang Pahlawan
Penerbit                       : Surya Media, Semarang, 2002
ISBN                           : 978-979-081-923-8

                Kumpulan cerpen karya Gilang Pahlawan ini mengulas tentang kisah cinta dengan 15 judul cerpen di dalamnya. Kumpulan cerpen tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Simphoni di Batas Senja
Menceritakan tentang seorang gadis bernama Yurike yang tidak dapat melupakan kekasihnya yang telah meninggal dunia yaitu Ugi. Meski dibantu oleh sahabat dari kekasihnya yang bernama Aldi untuk melupakan Ugi dan terus menjalani kehidupan dengan bahagia, namun Yurike tetap saja tak dapat berpaling dari Ugi.

Ulasan Kumpulan Cerpen "Sagra"



Judul                           : Sagra
Pengarang                   : Oka Rusmini
Penerbit                       : Diterbitkan pertama kali  oleh Indonesia Tera, 2001
                                      Diterbitkan kembali oleh PT Grasindo, anggota Ikapi, Jakarta,  2013
ISBN                           : 978-979-081-923-8

                Kumpulan cerpen Sagra merupakan kumpulan cerpen yang semua ceritanya bertempat di Bali, dimana dalam setiap kisahnya kebanyakan menceritakan tentang perempuan. Cerpen – cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sagra ini berjumlah 12 judul cerpen yang antara lain cerpen berjudul “Esensi Nobelia” yang bercerita tentang keluhan seorang istri penyair yang menganggap bahwa suaminya tidak dapat menghidupinya dengan anaknya yang bernama Nobelia dengan hanya menjadi seorang penyair. Kemudian cerpen berjudul “kakus” yang bercerita tentang seorang wanita yang tidak tahan dengan kehidupan suami dan anaknya yang tidak melihat kenyataan namun selalu berkhayal dengan huruf – huruf.

Selasa, 25 November 2014

Analisis Drama "Ayahku Pulang"


Ulasan pementasan drama “Ayahku Pulang” karya Usmar Ismail oleh Teater Yudhistira-Bandung:
1.    Dialog
Dialog yang diucapkan setiap pemain sesuai dengan karakter yang dimainkan. Intonasi yang digunakan sudah tepat. Malam lebaran yang seharusnya meriah dan penuh kebahagiaan justru dibalik menjadi keadaan yang mengharukan dan penuh ketegangan konflik. Dialog antar tokoh diucapkan saling menyambung sehingga terlihat seperti sebuah percakapan.


Minggu, 23 November 2014

Analisis Puisi "Menunggu Telepon Berdering" dengan Teori Michael Riffaterre (Semiotik)


Analisis Puisi “Menunggu Telepon Berdering” 
dengan Teori Michael  Riffaterre ( Semiotik )

Oleh Wahyu Putri Wijayani

MENUNGGU TELEPON BERDERING
Mukti Sutarman SP

menunggu telepon berdering
waktu ke waktu
angka – angka di arlojimu bertanggalan
ke lubuk sunyi hatiku yang rawan

mengapa tak jua kau putar
nomor teleponku
padahal gairah terlanjur begini  berdenyar
harap dan cemas terlanjur begini membakar